Tuesday, August 14, 2012

5 Jenis Emosi yang Meninggalkan Jejak di Kulit



Banyak orang mengatakan bahwa tertawa dan perasaan senang adalah obat terbaik dari kondisi tubuh tertentu. Sebuah studi menunjukkan bahwa perasaan lainnya dapat mempengaruhi tubuh dan kulit seseorang baik itu positif maupun negatif.

Seperti dilansir dailyglow, Selasa (14/8/12), cari tahu bagaimana perasaan seseorang dapat meninggalkan jejak pada kulitnya:

1. Stres

Dari semua jenis emosi, stres adalah musuh terbesar terhadap kesehatan kulit seseorang. Stres dapat menyebabkan seseorang kelihatan jauh lebih tua dari usia sebenarnya. Hal tersebut disebabkan karena stimulator terbesar dari hormon kortisol mengalir bebas pada saat stres.

Hormon kortisol yang mengalir bebas pada setiap organ dapat membuat kerja pembuluh darah menjadi lebih rentan oleh gangguan. Akibatnya sel-sel kulit baru tidak dapat terbentuk dengan cepat, pergantian sel melambat dan menyebabkan penuaan lebih dini.

Selama masa stres, seseorang juga cenderung lebih tergoda terhadap makanan dan minuman yang tidak sehat yang memberikan efek buruk terhadap kesehatan kulit. Seseorang mungkin juga kurang memperhatikan perawatan kulit ketika sedang stres.

Kombinasi dari pola makan yang buruk dan perawatan kulit yang tidak teratur dapat membuat jerawat tumbuh dengan mudah.

2. Marah

Suasana hati yang mudah sekali marah dapat membuat kulit lebih cepat keriput. Kemarahan membuat otot-otot wajah menjadi tegang, yang akan berubah menjadi kerutan keriput dari waktu ke waktu.

Ketika seseorang marah, hormon kortisol menghambur dan menghambat produksi kolagen, yaitu unsur penting dalam penyembuhan kulit. Jika produksi kolagen melambat juga dapat menyebabkan kulit lebih cepat keriput.

3. Kesedihan

Seperti kemarahan, kesedihan juga berpengaruh terhadap kesehatan kulit. Kesedihan yang berulang-ulang hingga menimbulkan depresi dapat menyebabkan keriput.

Penelitian menunjukkan bahwa ekspresi wajah memberikan efek yang kuat pada kulit. Dalam studi yang dipublikasikan dalam Journal of Psychiatric Research, pasien depresi yang tidak berhasil diobati dengan antidepresan diberi suntikan botox di dahinya untuk mencegah alis berkerut.

Depresi jangka panjang memiliki efek yang buruk pada kulit, karena bahan kimia yang terkait dengan kondisi ini dapat mencegah tubuh memperbaiki peradangan pada sel. Hormon-hormon penyebab depresi dapat mempengaruhi tidur, menyebabkan mata bengkak dan kulit kusam.

4. Malu

Rasa malu bisa bergerak dari otak ke kulit, ketika reseptor neuropeptida pada kulit menerima pesan yang menyebabkan seseorang tersipu malu. Sistem saraf simpatik ini dapat menyebabkan kulit seseorang yang malu menjadi memerah.

Kulit seseorang yang mudah sekali memerah disebabkan oleh kondisi bengkaknya pembuluh darah kronis yang dikenal dengan rosacea, menurut National Rosacea Society.

Namun, hal ini bukanlah masalah serius karena warna merah tersebut biasanya menyebar ke seluruh tubuh dan bukan hanya wajah dan biasanya disebabkan oleh faktor eksternal seperti suhu atau makanan pedas.

5. Takut

Ketika seseorang merasa terancam atau ketakutan, otak akan memerintahkan sinyal kelenjar adrenal untuk melepaskan epinefrin atau yang lebih dikenal sebagai adrenalin. Akibatnya, terjadi peningkatan kecepatan denyut jantung dan darah mengalir ke otot lebih cepat.

Adrenalin juga mempengaruhi beberapa aliran darah pada kulit dan wajah serta menyempitkan pembuluh darah di kulit untuk mengontrol dan membatasi perdarahan jika terluka. Bahan kimia yang dilepaskan ketika seseorang sedang ketakutan dapat menyebabkan kulit terlihat pucat dan kusam.

No comments:

Post a Comment