Saturday, December 31, 2011

Agama adalah Sebuah Nasehat
















Dan kewajiban kami tidak lain " hanyalah menyampaikan" (perintah Allah) "dengan jelas" . (QS. Yasin (36) : 17)

Dari Abu Ruqayyah Tamiim bin Aus Ad Daari, sesungguhnya Nabi shalallahu alaihi wa salam bersabda: ''Agama itu adalah nasehat.'' Kami bertanya: ''Untuk siapa?'' Sabda beliau: ''Untuk Allah, kitab-Nya, rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslimin.'' (HR Muslim).

Friday, December 30, 2011

Jagoan Di Dalam Dan Luar Film



Manusia yang berhasil akan memperolehi keuntungan daripada kegagalannya, dan mencoba lagi dengan cara yang lain.

Bagi penggemar film-film action, khususnya silat, pastilah satu nama ini tak bisa lepas dari ingatan. Gerakannya yang lincah dan gaya bertarungnya sangat lentur. Tak heran, sebab, sosok ini-Jet Li-bukan sekadar aktor yang ahli di layar perak, tapi juga memang juara beladiri sejati di kehidupan senyatanya. Tengoklah prestasinya. Berturut-turut selama lima tahun, dari 1974-1979, Jet Li mampu menjuarai kejuaraan bela diri pada pertandingan Chinese National Martial Arts Contest.

Saturday, December 24, 2011

Sekantong Bibit Kacang Tanah

Dikisahkan, ada seorang gadis muda yang bertekad membantu desa asalnya yang miskin dan terbelakang. Dia rajin mengusahakan segala daya upaya untuk bisa menghasilkan uang guna membeli buku dan perlengkapan sekolah anak-anak di sana. Tetapi, sehebat apapun usahanya, terasa masih saja serba kekurangan.

Wednesday, December 21, 2011

Hati Ibarat Rumah

 Ada tiga macam rumah, Pertama Rumah raja, di dalamnya ada simpanannya, tabungannya serta perhiasannya. Kedua Rumah hamba, di dalamnya ada simpanan, tabungan dan perhiasan yang tidak seperti yang dimiliki seorang raja. Dan ketiga adalah Rumah kosong, tidak ada isinya. 

Jika datang seorang pencuri, rumah mana yang akan dimasukinya? 

Tuesday, December 20, 2011

Semangkuk Mie


Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang.

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai mie dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk mie, tetapi ia tdk mempunyai uang.

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata "Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk mie ?" " Ya, tetapi, aku tdk membawa uang" jawab Ana dengan malu-malu

"Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu" jawab si pemilik kedai. "Silahkan duduk, aku akan memasakkan mie untukmu".


Sunday, December 18, 2011

Waktu



Seperti biasa Rudi, kepala cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Imron, putra pertamanya yang baru duduk di kelas dua SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.


"Kok, belum tidur?" sapa Rudi sambil mencium anaknya.

Saturday, December 17, 2011

Gratis



Suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya di dapur. Ia menyerahkan selembar kertas yang telah ditulisinya. Setelah sang ibu mengeringkan tangannya dengan celemek. Ia pun membaca tulisan itu dan inilah isinya:

Untuk memotong rumput Rp. 5000
Untuk membersihkan kamar tidur minggu ini Rp. 5000
Untuk pergi ke toko disuruh ibu Rp. 3000
Untuk menjaga adik waktu ibu belanja Rp. 5000
Untuk membuang sampah Rp. 1000
Untuk nilai yang bagus Rp. 3000
Untuk membersihkan dan menyapu halaman Rp. 3000
Jadi jumlah utang ibu adalah Rp. 25000

Friday, December 16, 2011

Pesan Ibu



Suatu hari, tampak seorang pemuda tergesa-gesa memasuki sebuah restoran karena kelaparan sejak pagi belum sarapan. Setelah memesan makanan, seorang anak penjaja kue menghampirinya, "Om, beli kue Om, masih hangat dan enak rasanya!"

"Tidak Dik, saya mau makan nasi saja," kata si pemuda menolak.

Sambil tersenyum si anak pun berlalu dan menunggu di luar restoran.

Wednesday, December 14, 2011

Melenyapkan Kemunafikan Diri Sendiri


Munafiq atau nifaq berasal dari kata Arab yang berarti lubang atau sarang binatang sejenis tikus yang memiliki tempat tinggal lebih dari satu lubang, sehingga jika ia dikejar melalui satu lubang ia akan lari menuju lubang yang lain. Dalam terminologi Islam, kata munafik merujuk pada orang-orang yang berpura-pura beriman dan mengikuti ajaran agama namun mengingkari dalam hatinya. Pengertian munafik kemudian berkembang sesuai karakteristiknya, seperti orang yang bermuka dua atau lain di mulut lain di hati. Nifaq adalah jenis perbuatannya, sementara pelakunya disebut munafiq. Kata munafiq kemudian di-Indonesiakan menjadi munafik atau dalam istilah lain disebut hipokrit.

Tuesday, December 13, 2011

Firasat-Isyarat Orang Yang Arief-Ma’rifat Billah



“Bukanlah orang yang arif, orang yang suka memberi isyarat, lalu mengatakan itulah wujud AIHaq (Allah Ta’ala) yang sangat dekat dengannya dari isyaratnya sendiri. Akan tetapi orang yang bermakrifat sebenarnya tidaklah mempunyai isyarat apa pun karena kefanaannya dalam wujud Allah. Ia pun tidak mampu melihat Allah. “

Saturday, December 10, 2011

Wasiat Nasehat Imam Ghazali RA



"Kehidupan seorang muslim tidak dapat dicapai dengan sempurna, kecuali mengikuti jalan Allah SWT yang dilalui secara bertahap.

Tahapan-tahapan itu antara lain : tobat, sabar, faqir, zuhud, tawakal, cinta, makrifat dan ridha. Karena itu kita  wajib mendidik jiwa dan akhlaknya. Sementara itu, hati adalah cermin yang sanggup menangkap makrifat dan kesanggupan itu terletak pada hati yang suci dan jernih."

B E R S Y U K U R


Apapun anda, siapapun anda, bagaimanapun keadaan anda jika disyukuri, maka niscaya akan ada kekuatan besar yang akan muncul. Akan ada saja pertolongan Allah, kemudahan-kemudahan dan kesempatan-kesempatan.

Bagaimana caranya supaya bisa bersyukur?

Friday, December 9, 2011

Senyum Merupakan sebuah Pengasuhan Diri



Kehidupan dari awal hingga akhir merupakan sebuah cermin, yang dicerminkan adalah bayangan diri kita, ketika kita sedang menangis, kehidupan juga ikut menangis, ketika kita sedang tersenyum, kehidupan juga ikut tersenyum.

Kehidupan itu seyogianya tidak berhutang barang apapun kepada kita, maka dari itu kita tidak perlu selalu bercemberut muka. Seharusnya penuh rasa berterima kasih terhadap kehidupan, setidaknya, kehidupan telah memberikan kita jiwa, telah memberikan ruang hidup kepada kita.

Tersenyum adalah suatu sikap kita pada kehidupan ini yang tidak ada hubungannya dengan keadaan, kedudukan dan kaya atau miskin seseorang. Seorang jutawan kemungkinan bisa bermurung sepanjang hari, sedangkan seorang miskin mungkin memiliki perasaan hati yang riang gembira. Seorang yang cacat mungkin bisa tenang riang dan penuh harapan, seorang yang keadaan ekonominya lancar mungkin bisa terlihat dengan kening berkerut cemas, tetapi sebaliknya seseorang yang sedang dalam kesulitan ekonomi justru tampak diwajahnya penuh senyum……

Thursday, December 8, 2011

Hidup Terkadang Tak Adil



Tahukah anda bahwa "Life is not fair" atau  hidup itu tak adil ? Apakah anda setuju dengan pernyataan tersebut ? Siapa yang pernah berpikir atau merasakan hal yang sama ?

Dahulu ketika masih kecil banyak barangkali dari kita yang tak memikirkan atau tak menyadarinya. Terutama bagi mereka yang kehidupannya relatif damai sejahtera, tercukupi segala kebutuhan dari orang tuanya.

Tuesday, December 6, 2011

Gusti Allah Ora Sare


Malam telah larut ....Pekerjaan yang menumpuk, membuat saya harus mengerjakannya hingga selarut ini. Ah, hari yang melelahkan. Terlebih, setelah beberapa saat berjalan, warna langit tampak berawan. Rintik hujan mulai turun. Lengkap sudah, badan yang lelah ditambah dengan "acara" kehujanan.Setengah berlari saya mencari tempat berlindung.

Saturday, December 3, 2011

Kiai Alhamdulillah


Setiap kiai mempunyai semacam dzikir unggulan yang selau mewarnai kalimat-kalimat yang diucapkannya. Ayah saya, al-Maghfurlah KH Bisri Mustofa, misalnya, dalam setiap pembicaraannya sehari-hari tak pernah sepi dari ucapan Laa ilaaha illallah. Ada kiai yang sebentar-sebentar mengucap Subhanallah; ada yang Astaghfirullah; Laa haulaa walaa quwwata illa billah; dan sebagainya.

Kiai Syahid lain lagi. Begitu seringnya beliau menyebut Alhamdulillah, sampai-sampai ada yang menjulukinya Kiai Alhamdulillah dan menjuluki pesantrennya dengan Pesantren Alhamdulillah. Mereka yang pernah datang ke pesantren beliau, di desa Kemadu sekitar 9 km dari Rembang ke arah selatan, tidak hanya akan mendengar dzikir itu meluncur berulang-ulang dari mulut beliau, tapi juga akan merasakan muatan syukur yang dalam dari cara beliau melafalkannya. Alhamdulillah !

Nenek Pemungut Daun


Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan.

Friday, December 2, 2011

Kisah dari seorang Ibu Penjual Tempe


Di Karangayu, sebuah desa di Kendal, Jawa Tengah, hiduplah seorang ibu penjual tempe. Tak ada pekerjaan lain yang dapat dia lalukan sebagai penyambung hidup. Meski demikian, nyaris tak pernah lahir keluhan dari bibirnya. Ia jalani hidup dengan riang. "Jika tempe ini yang nanti mengantarku ke surga, kenapa aku harus menyesalinya. .." demikian dia selalu memaknai hidupnya.

Tuesday, November 29, 2011

Syahadat Saridin


Waktu yang diminta oleh Saridin untuk mempersiapkan diri telah dipenuhi.Dan kini ia harus membuktikan diri. Semua santri, tentu saja juga Sunan Kudus, berkumpul di halaman masjid.

Saturday, November 26, 2011

Klasifikasi Siksa Akhirat


Tentang tuntutan Anda kepada saya untuk merinci siksa akhirat berikut klasifikasinya, Anda jangan terlalu antusias, sebab yang demikian itu berakibat pada rasa bosan yang berkepanjangan. Anda cukup merasa puas dengan klasifikasinya saja.

Wednesday, November 23, 2011

AL MUQSITH ( MAHA MENGADILI )


Ya Allah, Engkaulah yang Maha Adil dalam ketentuan2 MU dan aturan aturan MU yang sempurna. Ya Rabb, pancarkanlah hidup dan hatiku dengan cahaya Al Muqsith MU agar aku dapat berlaku adil kepada tubuh dan jiwaku, diantara ruh, akal dan perasaanku dan diantara seluruh alam. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

PARA SUFI LEBIH MENYUKAI BAHASA PERUMPAMAAN




Allah menutup hati makhluk-NYA dengan hijab halus
Para Ulama terhalang karena keluasan ilmunya
Para Zuhud terhijab karena ambisinya
Para hukama' tak mampu menembus karena kehalusan hikmah-nya
Orang2 arif dan para pecinta sejati tak ada yg menghalanginya
Hal itu karena mereka menempatkan Qalbu sucinya dalam Cahaya Ilahi

(Rabi'ah  al Adawiyah)

Monday, November 21, 2011

Siapakah WALI ALLAH itu ?




“…Wataraa alsysyamsa idzaa thala’at tazaawaru ‘an kahfihim dzaata alyamiini wa-idzaa gharabat taqridhuhum dzaata alsysyimaali wahum fii fajwatin minhu dzaalika min aayaati allaahi man yahdi allaahu fahuwa almuhtadi waman yudhlil falan tajida lahu ‘waliyyan mursyidaan’..”

Artinya :
“…Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang Wali Mursyd-pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya..” (QS AL Kahfi : 17)

Saturday, November 19, 2011

Izinkan Aku Mencium-MU sekali saja



Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim…

Dari depan Mihrab-Mu nan suci dan agung, izinkan aku menulis surat ini sebagai rasa kerinduan tanpa batas aku pada-Mu, sebagai ganti pertemuan terakhir kita disaat aku berziarah kepada-Mu dalam istana yang Maha Indah, Istana yang seluruh makhluk dimuka bumi mencarinya, tapi hanya segelintir orang-orang pilihan yang Kau izinkan singgah disana, terima kasih yang tak terhingga atas karunia ini, Engkau izinkan diri hina dina ini tuk menatap wajah agung-Mu, dalam Istana-Mu, dalam Surga-Mu. Setiap kali kita berjumpa, Engkau selalu meyakinkan aku dengan firmanMu: “datanglah pada-Ku, kaki kiri hapus dosa dan kaki kanan bikin pahala”.
Tuhanku… bukan aku tidak mau dosaku dihapus, tapi aku malu, amat malu, setiap kali Engkau hapus dosa, setelah aku meninggalkan istana-Mu, kembali aku melakukan dosa yang sama. Bukan pula aku tidak ingin derajatku naik di dunia dan akhirat, sungguh tidaklah pantas aku menerimanya, aku hanyalah debu kecil di telapak-Mu, hanyalah setetes air didalam samudera-Mu yang Maha Luas, Engkau izinkan aku menatap wajah-Mu saja sudah merupakan karunia yang tidak bisa ku balas walau dengan nyawa sekalipun.

Thursday, November 17, 2011

Saya Pakai Sepatu Kets Supaya Lari Kencang



Dahlan blak-blakan mengungkap rahasia membenahi PLN dan rencananya merestrukturisasi BUMN.

Wednesday, November 16, 2011

Makna 'Syuhada'



Kata 'syuhada', dalam buku agama Islam di masa sekolah dasar saya dulu, maknanya diartikan sebagai orang yang gugur di medan perang melawan 'musuh Islam'. Maka ketika dewasanya orang berlomba-lomba ingin berperang (atau membuat perangnya sendiri dan musuhnya sendiri) karena ingin mati sebagai syuhada, yang jaminannya adalah surga.

Sunday, November 13, 2011

Nabi saja Menangis, kenapa kita tidak ?



Rasul Muhammad menangis semalaman menerima wahyu ilmu pengetahuan Tidak pernah rasulullah saw menangis sehebat itu. Bahkan ketika kehilangan orang-orang yang sangat dicintainya. Ataupun ketika beliau mengalami tekanan-tekanan yang sangat berat dari kaum kafir yang menentangnya. Tangisan rasulullah yang berlangsung semalaman terjadi sesaat setelah beliau menerima wahyu dari Allah, Sang Maha Berilmu,sebagaimana disebut dalam QS.Ali Imran:190-191 yang artinya sebagai berikut:

“Sesungguhnya didalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian siang dan malam hari terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi (orang yang disebut) Ulil Albab. Yaitu orang-orang yang selalu ingat kepada Allah dalam keadaan berdiri,duduk, dan berbaring dan ia selalu berpikir tentang penciptaan langit dan bumi. Kemudian dia mengatakan : Ya Tuhanku tidak ada yang sia-sia segala yang kau ciptakan ini. Maha suci Engkau,maka hindarkanlah kami dari siksa api neraka.”

NAFSU



Allah berfirman di dalam Al Quran:

"Beruntunglah orang yang membersihkan hatinya dan rugilah orang yang mengotorinya." (QS Asy Syams 9-10)

Saturday, November 12, 2011

Pilihan-Nya adalah yang terbaik



Janganlah engkau menuntut dari-Nya agar Dia mengeluarkanmu dari suatu keadaan dan menjadikanmu pada kondisi yang lain yang engkau inginkan, karena jika Dia menghendaki niscaya Dia akan menjadikanmu sesuai yang engkau inginkan tanpa harus mengeluarkanmu dari keadaanmu yang sekarang.

Thursday, November 10, 2011

Maqam "SABAR"



Allah SWT berfirman, “Washbir, mawaa shabruka illa biLlaah” yang artinya, “Sabarlah engkau yaa Muhammad, dan tidaklah kesabaranmu itu kecuali dengan pertolongan Allah”. (An-Nahl 27).

Dari ‘Aisyah RA, diceritakan bahwa RasuluLlah SAW bersabda, “Inna shabra ‘inda shadmatil uula”. ‘Sesungguhnya sabar yang sempurna itu pada pukulan yang pertama’.

Wednesday, November 9, 2011

Kisah Abu Nawas Merayu Tuhan



Abu Nawas sebenarnya adalah seorang ulama yang alim. Tak begitu mengherankan jika Abu Nawas mempunyai murid yang tidak sedikit.

Jangan Meremehkan Kemampuan Orang Lain



Pada suatu waktu, ada seorang mahaguru yang ingin mengambil break dari kehidupannya sehari-hari sebagai akademisi. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke sebuah pantai dan meminta seorang nelayan untuk membawanya pergi melaut sampai ke horizon. Seperempat perjalanan, mahaguru tersebut bertanya, "Wahai nelayan, apakah Anda mengenal ilmu geografi?" Sang nelayan menjawab, "ilmu geografi yang saya ketahui adalah kalau di laut sudah mulai sering ombak pasang, maka musim hujan segera akan tiba."
"Nelayan bodoh!" kata mahaguru tersebut. "Tahukah kamu bahwa dengan tidak menguasai ilmu geografi kamu sudah kehilangan seperempat kehidupanmu."

Tuesday, November 8, 2011

Kenapa Bencana Melanda Negara Mayoritas Islam ?



Pertanyaan anda barangkali juga menjadi kegalauan bagi ummat Islam,  dengan pertanyaan yang sama.

Misteri apa dibalik semua ini ?

KALAU KAU SIBUK KAPAN KAU SEMPAT



Kalau kau sibuk berteori saja
Kapan kau sempat menikmati mempraktekkan teori?
Kalau kau sibuk menikmati praktek teori saja
Kapan kau sempat memanfaatkannya?

Monday, November 7, 2011

TABARUK



Mengambil berkah / Tabaruk adalah salah satu yang menjadi pertannyaan belakangan ini.. bolehkah mengambil berkah dari bekas-bekas para solihin .. ?

Saturday, November 5, 2011

BANGUN DARI TIDUR ADALAH KARENA KEHENDAK ALLAH



Sebagaimana diungkapkan dalam Al Quran, setiap makhluk yang bernyawa pasti merasakan mati. Kematian akan datang di waktu yang tidak terduga. Waktu kematian setiap manusia – tahun, bulan, hari, jam, dan detik – telah diputuskan dalam Pandangan Allah yang Maha Besar. Tidak ada cara untuk mempercepat atau menunda datangnya kematian. Allah akan mengambil kembali jiwa kita dengan cara yang dikehendakiNya, menggunakan sebab yang natural seperti sakit untuk beberapa orang, kecelakaan lalu lintas untuk yang lain, atau usia lanjut dan lain sebagainya. Dan jika Dia telah berkehendak, kematian pun dapat datang di saat kita tertidur.

Sudahkah Kita Berwudhu ?


Bismilahir Rahmanir Rahiim


Wudlu’ kita sehari-hari, ternyata tidak sekadar membasuh muka, tangan, kepala, telinga maupun kaki. Wudlu’ diposisikan sebagai amaliah yang benar-benar menghantar kita semua, untuk hidup dan bangkit dari kegelapan jiwa. Dalam Wudlu’lah segala masalah dunia hingga akhirat disucikan, diselesaikan dan dibangkitkan kembali menjadi hamba-hamba yang siap menghadap kepada Allah SWT.

Aku Lebih Baik Dari Dia



SUATU hari, Allah SWT berfirman kepada Nabi Musa as, “Hai Musa, bila nanti kau akan bertemu dengan-Ku lagi, bawalah seseorang yang menurutmu kamu lebih baik daripada dia.” Nabi Musa as lalu pergi ke mana-mana; ke jalanan, pasar, dan tempat-tempat ibadat. Ia selalu menemukan dalam diri setiap orang itu suatu kelebihan dari dirinya. Mungkin dalam beberapa hal yang lain, orang itu lebih jelek dari Nabi Musa, tetapi Nabi Musa selalu menemukan ada hal pada diri orang itu yang lebih baik dari dirinya. Nabi Musa tidak mendapatkan seorang pun yang terhadapnya Nabi Musa dapat berkata, “Aku lebih baik dari dia.”

Monday, October 31, 2011

Penyakit HATI lebih bahaya daripada penyakit TUBUH



Penyakit-penyakit hati lebih mengganggu dan lebih berbahaya, lebih parah dan lebih buruk daripada penyakit-penyakit tubuh ditinjau dan berbagai segi dan arah. Yang paling merugikan dan paling besar bahayanya ialah karena penyakit hati mendatangkan mudarat atas seseorang dalam agamanya, yaitu modal kebahagia­ annya di dunia dan di akhirat; dan bermudarat bagi akhiratnya, yaitu tempat kediaman yang baqa, kekal, dan abadi.

Sunday, October 30, 2011

Lihatlah dengan mata HATI



Seorang guru yang sangat dihormati dan terkenal didatangi oleh seorang muridnya pada satu hari di rumahnya. Murid itu keheiranan melihat keadaan rumah gurunya dan cara gurunya berpakaian. Semuanya kelihatan serba sederhana dan tidak menunjukkan ciri-ciri rumah dan cara berpakaian orang yang terkenal.

Tanya Jawab Murid & Mursyid



Sayyid Faridhal Attros Al Khindy Asy'ari


Murid adalah seorang yang mengingingkan Allah atau pencari hakikat.
Mursyid adalah seorang pembimbing spiritual.

Saturday, October 29, 2011

Makna Al Islam (Imam An-Nifari)



Allah berseru kepada hamba-Nya:

“Hendaklah engkau menyerah kepada-KU dengan sepenuh hatimu, dan menyerah kepada perantara-perantara dengan tubuhmu, supaya engkau bersama-KU dengan kemauan kerasmu, dan bersama selain-KU dengan akal budimu.

Maka engkau senantiasa menghimpun kemauan kerasmu atas-KU, tiada bagian bagi selain-KU terhadap dirimu melainkan hanya kehadiranmu bersamanya, dengan akal budimu saja.

Maka janganlah engkau bersuka ria atas karunia yang dianugerahkan-Nya kepadamu, dan jangan mudah marah kepada orang yang menyakiti hatimu. Jangan pula bermegah karena kejayaanmu, dan menepuk dada menyombongkan ilmu pengetahuanmu.

Waspadalah, jangan tertipu oleh karunia-Ku, dan jangan putus harapanmu karena ujian-Ku, dan jangan jinak bermanja-manja dengan sesuatu selain-Ku.

Laksanakanlah apa yang menjadi perintah-Ku tanpa menoleh ke belakang, maka jika demikian halmu sama dengan malaikat-KU yang berkemauan teguh.

Bila engkau berlengah-lengah menanti perintah-KU—sedangkan engkau sudah mengetahui—, maka jika demikian engkau terang-terangan menentang perintah-KU.”

Tauhid (Imam An-Niffari)



Allah swt berseru kepada hamba-Nya:

Wahai hamba ! Engkau tidak memiliki sesuatu pun, kecuali apa-apa yang telah AKU kehendaki untuk menjadi milikmu. Tidak juga engkau memiliki dirimu sendiri, karena AKU-lah Penciptanya! Tidak pula engkau sekedar memiliki jasadmu, karena AKU Sang Pembentuknya ! Hanya dengan Pertolongan-KU engkau dapat berdiri, dan dengan Kalimat-KU engkau hadir di dunia ini.

Friday, October 28, 2011

Keajaiban PETIR



Di malam hari, saat hujan deras, langit tiba-tiba menyala, tak lama kemudian disusul oleh suara menggelegar. Tahukah Anda bagaimanakah petir luar biasa yang menerangi langit muncul? Tahukah Anda seberapa banyak cahaya yang dipancarkannya? Atau seberapa besar panas yang dilepaskannya?

Thursday, October 27, 2011

Hati Sebagai Perangkat Mengenal Pengetahuan yang Haq dan Hikmah



Semakin kita mengenal perangkat yang sangat menakjubkan ini, semakin membuat kita sadar betapa Rahmat Allah meliputi segala sesuatu.

Wednesday, October 26, 2011

TABIR INDAH DARI ALLAH



"Andaikata tidak ada tabir indah dari Allah (yang menjadi ampunan-Nya dari Allah), tentu tidak ada amal yang patut diterima".

Manusia merasa bangga dengan dirinya, karena telah bisa beramal. Ia merasa apa yang sudah dikerjakannya merupakan adalah sesuatu yang hebat baginya, lalim ia menjadi riya' yang ia pamerkan kepada manusia. Perbuatan seperti ini termasuk syirik khafi yang bertentangan dengan ikhlas hakiki. Sedangkan ikhlas itu menjadi syarat diterimanya amal badah. Tanpa niat ikhlas amal ibadah akan menjadi perbuatan manusia munafik, amal yang sia-sia.

Adapun amal ibadah yang diterima ialah amal ibadah yang dikerjakan semata-mata karena Allah Ta'ala. Namun demikian Allah Ta'ala yang Maha Rahman menutupi kekurangan manusia dalam ibadah, seperti kurang ikhlas, ujub dan lain sebagainya, sehingga amal si hamba menjadi amal yang diperhitungkan oleh Allah Ta'ala, dan semata-mata menunggu karunia Allah; diterima atau di tolak. Dengan bebasnya manusia dari perbuatan yang tidak ikhlas, dan tertutupnya ia dari pemberian Allah, maka si hamba akan mengembalikan semua amal ibadahnya, dan membiarkan Allah sajalah yang akan menilai amal perbuatan para hamba.

Abu Abdullah Al Qurasyi berkata,

"Jika Allah Ta'ala meminta agar mereka ikhlas, maka akan hilanglah amal perbuatan mereka. Apabila amal perbuatan itu lenyap, baru mereka akan berhajat kepada Allah, maka merekapun akan membebaskan diri dari bergantung kepada sesuatu yang lain, dan kembali kepada Allah dengan hati yang tulus ikhlas."sajalah yang akan menilai amal perbuatan para hamba.

Tuesday, October 25, 2011

Sibuk Hitung Pahala, Malah Lupa Beribadah



Hujjatul Islam, Imam al-Ghazali pernah mengingatkan, orang yang tertipu di akhirat kelak adalah orang yang jika berbuat baik, dia berkata, “Akan diterima amal kebaikanku”. Jika berbuat maksiat, dia berkata:”Akan diampuni dosaku.” (Ihya Ulmuddin).

 Saat beribadah, kerap kita didatangi perasaan, “Telah banyak ibadah yang saya kerjakan”, atau pertanyaan, “Berapa rupiah uang yang sudah saya sedekahkan”. Bahkan sering juga hati bergumam, “Kiranya semua dosa-dosaku pasti telah diampuni, karena aku shalat sunnah sekian kali setiap hati”.

Perasaan, angan-angan dan pertanyaan seperti tersebut di atas bisa merusak amal perbuatan. Bahkan bisa berakibat meremehkan (tahawun) perbuatan dosa.

Sehingga, ibadahnya bisa menjadi sia-sia. Sebab, semangat ibadahnya bukan lagi karena takwa kepada Allah SWT, tapi ingin jadi kaya atau ingin disebut ahli ibadah.

Sebagaimana hadis Rasulullah SAW di atas, orang seperti tersebut di atas disebut rakus. Beribadah banyak tanpa disertai pengetahuan ancaman-ancaman Allah SWT dalam al-Qur’an. Ancaman-Nya dianggap lalu saja.

Rasulullah SAW member gambaran: “Sesungguhnya orang mukmin itu memandang dosa-dosanya seperti orang yang berdiri di bawah gunung, yang mana dia (senantiasa) rasa takut yang gunung itu nanti akan menghimpitnya,dan orang yang keji pula memandang dosa-dosa mereka seperti seekor lalat yang hinggap di atas hidungnya, yang berkata : dengan hanya begini sahaja (iaitu dengan hanya ditepis dengan tangan sahaja) maka dengan mudah sahaja lalat itu terbang. “ (HR. Bukhari Muslim)

Imam al-Ghazali mengingatkan, meremehkan dosa dan over confident terhadap amal perbuatannya adalah sangat berbahaya. Sebab katanya, orang yang sibuk menghitung-hitung pahala biasanya lupa terhadap banyaknya dosa.

Orang seperti ini akan mendapatkan kekecewaan di akhirat. Ketika di dunia ia lupa mengkalkulasi berapa banyak dosa yang telah dilakukan, sehingga dosa-dosanya lupa dimintakan ampun kepada Allah SWT. Ia hanya sibuk mengkalkulasi jumlah shalat, zakat, puasa dan sedekah yang dilakukan.

Ia tidak mengetahui seberapa besar kalkulasi pahalanya jika dibanding dosanya. Maka, saat di akhirat ia menyangka membawa pahala, padahal pahalanya berguguran sementara dosanya menumpuk. Inilah fenomena yang disinyalir akan banyak terjadi pada akhir zaman.

Maka dalam beribadah kita mesti memiliki pengetahuan seimbang antara kabar baik dan ancaman Allah SWT. Ancaman-ancaman Allah yang tersebut dalam al-Qur’an harus menjadi perhatian kita, agar tidak terjebak di dalamnya. Sementara orang yang hanya berfokus pada jumlah pahala (kabar baik) disebut sebagai jahil. Tidak mengetahui bahwa setiap harinya diawasi oleh Malaikat Raqib dan ‘Atid yang mencatat kebaikan dan keburukan.

Kita pun terkadang terlalu ‘asyik’ melafalkan huruf demi huruf al-Qur’an, tapi lupa isi dan pelajaran di baliknya. ‘Keasyikan’ itu menimbulkan kebanggaan hati, bahwa ia telah melakukan amal baik – yaitu membaca al-Qur’an sebanyak-banyaknya.

Pernahkan terbesit di dalam hati kita kata-kata ini: “Alhamdulillah, sudah sekian kali al-Qur’an telah aku khatamkan. Pasti aku masuk surga”.
Ini kata-kata yang menipu. Memastikan diri ini cukup berbahaya. Bisa menimbulkan ‘ujub, bahkan melalaikan dosa.

Fenomena ini pernah terjadi pada masa umat nabi Musa a.s, seperti tertulis dalam al-Qur’an: “...Maka datanglah sesudah mereka, yaitu generasi yang mewarisi Taurat, yang menghambil harta benda dunia yang rendah ini, seraya berkata: ‘Kami akan diberi ampunan oleh Allah.’” (QS. Al-A’raf: 169). Generasi tersebut, berbuat dosa akan tetapi merasa mereka diampuni oleh Allah.

Imam al-Ghazali menjelaskan : “Jika kita terlena menghitung pahala tetapi dosa-dosa dilupakan. Maka kita menjadi orang tertipu terhadap amal kita sendiri. Pada hari penghitungan amal, kita akan terkejut. Sebab ternyata timbangan amal lebih berat daripada pahala yang kita sangka-sangka telah menumpuk.”

Maka, jangan kita tertipu oleh perasaan diri kita sendiri. Yang perlu kita lakukan, bukan asyik mengkalkulasi pundi-pundi pahala. Setelah beramal, biarlah kita serahkan kepada-Nya. Allah SWT Maha Bijaksana, Dia yang mengatur pahala kita secara adil. Jangan pula buru-buru mengatakan “Saya telah ikhlas!”. Biasanya orang yang terang-terangan berkata demikian justru sebaliknya, tidak ikhlas, sebab membawa perasaan ‘ujub di hatinya.

Agar tidak terjebak, kita harus mengkalkulasi dosa yang telah kita perbuat. Sempatkanlah satu waktu dalam sehari untuk menghitung, berapa kali dosa yang telah kita perbuat sehari ini. Jika tidak ada kalkulasi dosa, kita akan terus merasa tidak pernah berbuat dosa.

Allah SWT berfirman: “Tidak ada satu kata pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat Raqib dan ‘Atid.” (QS. Qaaf: 18). Perasaan selalu diawas ini akan menjadikan kita orang yang selalu berhati-hati dalam beribadah. Tidak asal ibadah, tapi tahu ilmu tentang ibadah.

Kita boleh saja memikirkan pahala-pahala dari ibadah, akan tetapi hal itu jangan sampai membuat kita terlena dengan keutamaan-keutamaannya (fadlilah). Keutamaan ini menjadi penyemangat kita bukan memperlemah. Mengetahui keutamaan ibadah sekaligus memahami akibat dari melakukan dosa. Inilah keseimbangan yang perlu dijaga dalam beribadah.

Sunday, October 23, 2011

KENALI DIRI



“Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya ruh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur “ (QS. As Sajdah : 9)

Friday, October 21, 2011

JENUH



“Ketika Allah mengetahui bahwa kalian mudah jemu, maka Allah Ta’ala mengadakan beragam ketaatan yang dapat kalian laksanakan. Allah Ta’ala mengetahui bahwasanya kalian bersifat tamak, maka Dia pun melarang ketaatan yang biasa kalian kerjakan itu pada sebagian waktu, supaya ada pada kalian semangat di waktu mendirikan shalat, bukan hanya sekadar shalat, karena tidak setiap orang yang shalat itu men-DIRI-kan shalat itu. “