Thursday, June 21, 2012

7 Tren Kecantikan yang Berbahaya Bagi Kesehatan





Sekarang ini banyak sekali tren kecantikan yang diminati oleh para remaja dan orang dewasa seperti penghitaman kulit dan pelurusan rambut. Tetapi beberapa dari tren kecantikan yang ada, tidak sepenuhnya aman untuk kesehatan Anda.

Berikut 7 tren kecantikan yang berbahaya bagi kesehatan Anda, seperti dilansir darimyhealthnewsdaily, Kamis (21/6/2012) antara lain:

1. Skin tanning

Banyak orang merasa bahwa kulit coklat memiliki kesan lebih seksi daripada kulit putih, sehingga beberapa orang memilih melakukan proses skin tanning atau penghitaman kulit untuk mewujudkannya.

Sebuah studi menyatakan bahwa proses tanning indoor, yang dilakukan dengan berbaring di alat tanning yang dilengkapi dengan lampu tanning (sunlamps) memiliki risiko kesehatan yang serius.

Sunlamps memancarkan sinar ultraviolet yang dapat merusak kulit, yang dapat menyebabkan penuaan dini pada kulut, luka bakar, kerusakan mata dan kanker kulit. Selain itu, sering terpapar sinar UV dapat menyebabkan seseorang kecanduan tanning.

2. Rambut kepang tenun

Menurut sebuah studi di tahun 2011 yang diterbitkan dalam Archives of Dermatology, rambut yang dikepang tenun dapat menyebabkan kerontokan permanen. Jenis rambut rontok tersebut disebut sentrifugal cicatricial alopecia yang terjadi pada mahkota rambut dan dapat menyebar ke seluruh kulit kepala.

Peneliti melakukan survei terhadap 326 wanita Afrika-Amerika yang rambutnya dikepang tenun tentang kebiasaan merawat rambutnya. Ahli dermatologis kemudian melakukan pemeriksaan kulit kepala untuk memberi nilai kerontokan rambut dan hasilnya hampir 60 persen wanita tersebut menunjukkan tanda-tanda rambut rontok yang parah.

3. Tato

Tato pada tubuh seseorang telah dikaitkan dengan peningkatan risiko hepatitis C. Apalagi jika jarum yang digunakan untuk membuat tato Anda terkontaminasi dengan darah yang telah terinfeksi.

Hepatitis C disebabkan oleh virus yang menyerang hati dan dapat menyebabkan sirosis atau jaringan parut pada hati, kanker hati dan gagal hati. Orang yang bertato juga rentan terhadap infeksi kulit, menyebabkan kemerahan, pembengkakan dan nyeri.

Selain itu, tato yang menggunakan pewarna merah, hijau, kuning dan biru dapat menyebabkan reaksi alergi kulit, seperti ruam yang gatal di lokasi tato.

4. Botox

Suntikan Botox telah merupakan perbaikan untuk keriput wajah yang cepat. Botox, merupakan bentuk obat toksin botulinum tipe A yang dapat melemaskan otot selama beberapa bulan. Toksin ini diproduksi oleh Clostridium botulinum, bakteri yang menyebabkan botulism, penyakit langka tapi serius.

Meskipun suntikan inu umumnya aman, efek samping dan komplikasi dapat terjadi termasuk rasa sakit dan memar di tempat suntikan, sakit kepala, mual dan kelemahan otot sementara.

Pada tahun 2009, Food and Drug Administration (FDA) menyetujui botox untuk penggunaan kosmetik, tetapi dengan menyertakan label peringatan pada kemasannya yang menyatakan risiko penyebaran toksin ke area tubuh yang lain, menyebabkan gejala mirip dengan botulisme, termasuk kesulitan menelan, bernafas dan bahkan kematian.

5. Lensa kontak yang memberikan efek pelebaran mata

Menurut beberapa ahli, lingkaran lensa kontak yang membuat mata Anda tampak lebih besar, dapat menyebabkan masalah penglihatan yang serius. Penggunanya dapat mengalami risiko cidera mata yang signifikan, bahkan kebutaan ketika membeli lensa kontak tanpa resep yang valid atau bantuan dari ahli mata profesional.

Lensa jenis ini belum disetujui oleh FDA dan penjualannya masih ilegal. Lensa tersebut telah populer di kalangan gadis remaja.

6. Krim pemutih kulit

Menurut FDA, beberapa produk kosmetik termasuk krim pemutih kulit, mengandung tingkat merkuri yang tinggi. Merkuri digunakan dalam krim pemutih kulit untuk menghambat produksi pigmen melanin pada kulit. Tingginya kadar merkuri juga dapat ditemukan di beberapa produk sabun, lotion dan produk anti-penuaan.

"Paparan merkuri memiliki konsekuensi kesehatan yang serius. Hal ini dapat merusak ginjal dan sistem saraf, serta dapat mengganggu perkembangan otak pada anak-anak yang belum lahir dan anak yang sangat muda," kata Charles Lee, MD, penasihat medis di FDA.

FDA merekomendasikan agar Anda memeriksa label dari setiap produk pemutih kulit atau produk anti penuaan. Jika Anda melihat kata-kata seperti 'mercurous chloride', 'calomel', 'mercuric', 'mercurio', atau 'mercury' dalam produk kecantikan yang Anda gunakan setiap hari, maka segeralah menghentikan pemakaian.

7. Produk pelurus rambut

Produk pelurusan rambut tertentu, mengandung berbagai bahan kimia tingkat tinggi yang berbahaya seperti formaldehida. Formaldehida adalah gas berbau tajam yang dapat mengiritasi mata dan hidung, dan menyebabkan reaksi alergi seperti ruam kulit dan gatal, serta masalah pernapasan seperti asma bila terhirup.

Bahkan badan kesehatan di Amerika, Occupational Safety and Health Administration mengeluarkan peringatan bahaya pada bulan April 2011 kepada pemilik salon rambut yang menggunakan produk tersebut.

Sumber : detikHealth

No comments:

Post a Comment