Tuesday, February 28, 2012

Agar Penglihatan Tetap Tajam, Otak Juga Perlu Dilatih



Mata tua atau presbiopi dianggap sebagai salah satu tanda-tanda penuaan yang tidak dapat dihindari. Mata kehilangan elastisitas dan menyebabkan penderitanya sulit membaca. Sebenarnya, meskipun usia mata semakin menua, ada cara untuk melawan presbiopi dengan menjaga otak tetap tajam.
Presbiopi menyerang hampir semua orang yang berusia di atas usia 50 tahun. Para peneliti dari University of California Berkley dan Tel-Aviv University menemukan bukti bahwa sebuah latihan sederhana dapat membantu penderita presbiopi meningkatkan penglihatannya.

Para penelti menguji sekelompok orang berusia paruh baya yang mengalami gangguan presbiopi. Peneliti meminta peserta melakukan sebuah latihan tiga kali seminggu selama setengah jam dalam waktu tiga bulan.

Para peserta berlatih dengan sebuah perangkat lunak yang melatih peserta untuk mendeteksi pola yang disebut Gabor patch, garis buram yang diciptakan oleh berbagai latar belakang abu-abu. Dalam pelatihan, peserta harus memperhatikan lingkaran putih yang kemudian berpindah-pindah dengan cepat. Terkadang ada layar yang kosong, tetapi layar yang lain akan menunjukkan patch Gabor di tempat yang berbeda pada layar. Salah satu layar akan menunjukan patch Gabor yang muncul bersamaan dengan lingkaran putih.

Perserta harus menentukan kapan urutan pola muncul pada posisi yang tepat. Saat peserta lebih baik dalam melakukan tugasnya, perangkat lunak akan menaikkan tingkat kesulitan dengan mengubah orientasi pola, menempatkan pola lebih dekat dengan target, atau mempercepat urutannya.

Pada pertemuan Entertainment Software and Cognitive Neurotherapeutics Society di San Francisco, peneliti menjelaskan bahwa setelah menjalani 40 sesi pelatihan, para peserta menunjukkan peningkatan dalam kepekaan membedakan garis yang diukur dengan tes yang mirip dengan patch Gabor.

Dengan kata lain, rata-rata peserta mengalami perbaikan penglihatan. Para peserta mampu membaca lebih dari dua baris kalimat yang terletak 40 cm di depan mata. Kecepatan membacanya meningkat rata-rata sekitar 4 detik per kalimat.

"Dalam presbiopia, pemrosesan sinyal pada saraf optik mata sangat terbatas dan lemah. Dengan demikian, berkurangnya ketajaman penglihatan dan kepekaan untuk membedakan garis menyebabkan penglihatan kabur. Hal ini menunjukkan saraf penglhatan yang mulai rusak dan berkurangnya kemampuan membaca," kata peneliti, Uri Polat dari Universitas Tel Aviv di Israel seperti dilansir newscientist.com, Selasa (28/2/2102).

Para peneliti meyakini bahwa perbaikan penglihatan ini bukan karena latihan mata, namun disebabkan peningkatan cara kerja otak. Otak mengalami peningkatan efisiensi syaraf dalam menjernihkan tampilan gambar dan menguraikan cahaya. Peneliti berpendapat otak seperti plastik yang dapat dilatih untuk mengatasi pertambahan usia.


Sumber : detikHealth

No comments:

Post a Comment