Thursday, May 9, 2013

Antara Rasa Aman dan KeAlpaan



TIGA macam karakter yang mesti ada di kalbu anda:
Karakter pertama: percaya bahwa apa yang telah ditakdirkan akan datang, dan bahwa sesuatu yang belum ditakdirkan tidak akan diterima, serta merasa cukup dengan Allah.
Siapa yang kalbunya selalu meresapi ini, maka akan melahirkan tiga sifat:
Pertama: kalbunya tentram meskipun apa yang telah ditakdirkan baginya itu luput darinya.Kedua: dia tidak akan pernah berharap untuk mendapatkan apa yang tidak ditakdirkan baginya.
Oleh karena itu, siapa yang kalbunya telah memastikan bahwa rezeki yang telah ditetapkan baginya tidak akan meninggalkannya, dan tidak pernah berharap untuk mendapatkan apa yang tidak ditakdirkan baginya, dia tidak akan memiliki ketergantungan. Harapan, ketundukannya kepada manusia, dan keterlibatannya dengan mereka dalam pergaulan, agar memperoleh keuntungan tidak begitu menyita (perhatian) dirinya. Maka, dialah orang yang tidak akan begitu tergantung kepada selain Allah.
Karakter kedua: kewaspadaan terhadap Allah dan yang membuatnya bisa lalai sehingga dapat tergelincir, lantas kewaspadaan itu lepas dan (pengawasan) matanya, karena Sesungguhnya kewaspadaan itu yang membuatnya terjaga, dan keadaan terjaga dapat membuatnya ingat (dzikr), dan dengan zikirnya akan memberinya peringatan, sehingga selalu mendampingi perjalanannya.
Karakter ketiga: ingat akan pengawasan Allah Swt. kepadanya dalam kata hati (dhamir) maupun amalan lahiriahnya, karena sesungguhnya hal itu yang akan membuatnya malu terhadap Allah yang Maha Mulia lagi Maha Agung.
Tatkala sesuatu yang tidak disukai Tuhannya ada di hadapannya, dia segera teringat akan pengawasan-Nya, dan takut akan murkaNya jika sampai dia cenderung kepada hal yang tercela itu.
Dan jika sempat terlintas padanya perasaan mengecilkan (taqshir) terhadap amalan-amalan tambahan (al-fadhi) — sekalipun hal itu bukan sesuatu yang dilarang, dia akan merasa malu kepada Allah, jika sampai memandangnya seperti itu, karena adanya ilmu pengetahuan yang dianugerahkan Allah kepadanya, dan (karena) pengetahuannya akan Kemahaagungan dan Kemahabesaran-Nya, untuk menjadi orang yang tidak peduli akan kecintaan kepada-Nya.
Singkatnya, hendaklah aktivitas yang anda lakukan ke pasar —misalnya— atau ke tempat lainnya, agar selalu anda camkan pada kalbu anda tiga hal: Keyakinan (al-yaqin), kewaspadaan (al-hadzar) dan pengawasan (an-nazhr).
Dengan keyakinan yang ada padanya, seseorang akan waspada, dengan kewaspadaan seseorang akan sadar (berjaga-jaga), dan dengan selalu mengingat perjumpaan dengan Allah, seseorang akan malu kepada Yang Maha Mengawasi —Yang Maha Mulia lagi Maha Terpuji.

No comments:

Post a Comment