Monday, January 27, 2014

Mengajar Anak Mengenal Emosinya


Pernahkah Anda mengalami anak yang tadinya tampak senang, tertawa riang, lalu tiba-tiba membanting mainan atau memukul, tanda ia marah ada kecewa pada sesuatu hal? Anak sedang belajar dan bereksplorasi dalam mengenal emosi. Namun, mereka butuh bantuan Anda untuk mengenalkan dan melatih cara mengelola emosi, agar kecerdasan emosinya berkembang. 

Sebagai orangtua, Anda bisa membantunya melewati tahap ini dengan baik. Gunakan cara :
 
  1. Kenali emosi padanya ketika ia sedang merasa senang, marah, bingung, takut, dan lain sebagainya. Dorong ia untuk mengungkapkan perasaannya, misalnya “Wow, kamu tersenyum. Kamu sedang bahagia hari ini.” Bisa juga dengan mengatakan “Kamu sedih, makanya kamu menangis. Mari sini Bunda peluk.”
  2. Ungkapkan juga perasaan yang sedang Anda rasakan saat itu dan jangan ragu memperlihatkan mimik wajah Anda, misalnya “Bunda senang sekali kamu sudah membereskan mainanmu,” sambil tersenyum.
  3. Ajak ia bermain tebak emosi. Anda bisa menggambarkan gambar-gambar dengan berbagai emoticon. Jika tidak, Anda bisa menunjukkan mimik wajah Anda sendiri atau memintanya membentuk mimik tertentu.  
  4. Sambil bermain, Anda bisa juga mengajaknya bernyanyi lagu-lagu yang menunjukkan emosi, misalnya lagu Kalau Kau Senang Hati dengan mengganti kata-kata emosi yang lebih variatif, seperti:Kalau kau senang hati tepuk tangan.. Kalau kau sedih hati injak bumi.. Kalau kau sedang marah menangislah.. Kalau kau sedang lapar usap perut.. Kalau kau merasa malu tutup wajahmu
  5. Jika ia melihat anak menangis, jelaskan padanya bahwa anak itu sedang bersedih. Munculkan rasa empatinya dengan mengatakan, “Kasihan anak itu. Apa yang bisa kita lakukan ?”
  6. Bacakan buku-buku yang di dalamnya menunjukkan emosi, misalnya tentang liburan bersama keluarga, cerita hewan, dongeng rakyat dan sebagainya.

No comments:

Post a Comment