Friday, September 7, 2012

Orang Bakal Sering Bohong Saat Kepepet




Sebagian besar orang sepertinya pernah berbohong ketika ia tengah terdesak atau kepepet. Kini peneliti berhasil menemukan penyebab mengapa orang berbohong saat kepepet.

Sebuah studi baru menemukan orang cenderung lebih sering berbohong ketika ia tengah terdesak oleh waktu. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku tidak jujur.

Ilmuwan psikologis Shaul Shalvi dari University of Amsterdam dan Ori Eldar serta Yoella Bereby-Meyer dari Ben-Gurion University of the Negev, Israel melakukan 2 percobaan pada 70 orang dewasa.

"Menurut teori kita, tindakan pertama dari orang yang egois dan hanya memiliki sedikit waktu adalah ia mengikuti naluri untuk mengatakan seperti apa perilaku sosial yang bisa diterima," ujar Shalvi, seperti dikutip dari Timesofindia, Kamis (6/9/2012).

Hasil studi yang dilaporkan dalam jurnal Psychological Science ini mengungkapkan ketika orang harus bertindak cepat, maka seseorang akan melakukan semua hal yang ia bisa untuk mengamankan dirinya, salah satunya dengan berbohong.

"Jika seseorang memiliki lebih banyak waktu maka ia bisa mengarahkan sesuatu untuk membatasi jumlah kebohongannya dan menahan diri dari tindakan yang curang," ujar Shalvi.

Shalvi menuturkan untuk meningkatkan kemungkinan perilaku jujur, penting untuk tidak mendorong atau menyudutkan seseorang melainkan memberinya waktu. Hal ini karena semua orang tahu bahwa kebohongan adalah sesuatu yang salah dan yang dibutuhkannya hanya waktu untuk melakukan hal yang benar.

Sementara dalam studi lainnya diketahui berbohong bisa berdampak terhadap kesehatan seseorang. Diketahui ketika seseorang diminta berhenti berohong maka gejala sakit kepala, sakit tenggorokan, ketegangan dan kecemasan berkurang.

Hal ini karena berbohong bisa menimbulkan stres, kecemasan dan masalah lain, karenanya jika seseorang tidak berbohong maka kondisi kesehatannya juga akan menjadi lebih baik.

No comments:

Post a Comment