Wednesday, September 5, 2012

Memangnya Kenapa Kalau Antibiotik Tidak Dihabiskan ?


Kalau makan nasi tidak habis, sisanya bisa diberikan pada ayam. Ayamnya senang karena dapat makan, manusianya juga terhindar dari risiko gemuk akibat makan berlebihan. Tapi kenapa kalau minum antibiotik tidak boleh ada yang disisakan?

Meski tidak dianjurkan dan bahkan dilarang keras oleh dokter dan apoteker, beberapa pasien punya kebiasaan buruk menyisakan antibiotik yang seharusnya diminum sampai habis. Memang bukan untuk diberikan pada ayam seperti halnya sisa nasi, melainkan dibuang atau disimpan untuk jaga-jaga kalau nanti sakit lagi atau malas minumnya karena merasa sudah sembuh.

"Minum antibiotik tidak boleh ada sisa. Hindari juga menggunakan antibiotik sisa sakit sebelumnya, karena belum tentu efektif," tegas ahli mikrobiologi Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, Prof Dr Maksum Radji, M.Biomed saat dihubungi detikHealth seperti ditulis Rabu (5/9/2012).

Imbauan ini diberikan Prof Maksum terkait adanya kecenderungan sebagian pasien untuk menghentikan pemakaian antibiotik saat merasa keluhannya mulai membaik. Karena merasa sembuh, antibiotik yang diberikan oleh dokter tidak dihabiskan lalu sisanya disimpan atau dibuang.

Padahal saat badan mulai terasa enak, kuman penyebab penyakit belum tentu semuanya mati. Sebagian mungkin baru sekarat atau pingsan, lalu saat pemakaian antibiotik dihentikan akan hidup lagi dan menjadi lebih kebal jika kelak diberikan antibiotik yang sama dengan dosis yang sama pula.

Masih terkait kecenderungan untuk tidak menghabiskan antibiotik, ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Drs M Dany Pratomo, MM, Apt menilainya sebagai bagian dari 'kreativitas' pasien. Kreativitas yang salah kaprah itu memiliki beberapa kemungkinan latar belakang.

"Bisa karena tidak tahu (aturan pakai antibiotik), bisa juga karena sedang mencoba untuk berhemat," kata Drs Dany.

Bisa jadi, mahalnya harga obat dan belum meratanya sistem jaminan kesehatan mendorong pasien kurang mampu untuk coba-coba menyiasati ongkos pengobatan. Kalau merasa keluhannya sudah membaik, antibiotik tidak dihabiskan lalu disimpan untuk persediaan agar kelak kalau sakit tidak perlu beli lagi.

Sumber: detikHealth

No comments:

Post a Comment