Tuesday, July 29, 2014

5 Hal yang Menghalangi Kita untuk Menjadi Pendengar yang Baik



Mendengar (hearing) itu mudah, tapi untuk mendengarkan (listening) kita perlu belajar. 
Menurut statistik, kita hanya mampu mendengar 125-250 kata per menit, tetapi kita bisa memikirkan 1000-3000 kata per menit.


Mendengar vs Mendengarkan

Terdapat perbedaan yang besar antara mendengar dan mendengarkan. Untuk mendengar hanya dibutuhkan sepasang telinga, tetapi untuk bisa mendengarkan dibutuhkan kemampuan (skill) sehingga kita bisa mendapatkan pemahaman / menangkap pesan dari kalimat-kalimat yang kita dengar.

Tidak dibutuhkan usaha yang lebih untuk mendengar. Namun untuk bisa mendengarkan, kita perlu fokus dan memusatkan perhatian kita secara sengaja. 

Mendengarkan adalah kunci dari komunikasi yang efektif

Mendengarkan adalah salah satu kemampuan paling penting yang harus kita miliki. Seberapa baik kita dalam mendengarkan orang lain memiliki dampak yang sangat besar pada kualitas hubungan kita dengan orang lain. 

Dengan menjadi pendengar yang lebih baik, kemampuan kita untuk mempengaruhi / meyakinkan orang lain akan meningkat. Mendengarkan juga membantu kita dalam menyelesaikan konflik, serta meningkatkan produktivitas dan efektivitas kita dalam bekerja. 

Mendengarkan artinya memperhatikan pesan verbal (pemilihan kalimat / intonasi), dan pesan non-verbal (bahasa tubuh) sehingga :
  • Kita bisa mendapatkan informasi lebih.
  • Kita bisa lebih memahami orang lain.
  • Kita bisa belajar dari orang lain.
Apakah kita adalah pendengar yang baik?

Pada umumnya kita cenderung berpikir kalau kita adalah pendengar yang lebih baik daripada orang lain. Namun, yang menentukan apakah kita adalah pendengar yang baik atau bukan adalah seberapa dalam pemahaman yang kita dapatkan dari apa yang kita dengar.


5 kebiasaan negatif yang menghalangi kita untuk menjadi pendengar yang baik :
  • Melamun atau memikirkan hal lain ketika kita sedang mendengar.
  • Hanya mendengarkan apa yang kita ingin dengar.
  • Menyela pembicaraan / menyelesaikan kalimat orang lain.
  • Membuat asumsi tentang apa yang akan dikatakan orang tersebut selanjutnya.
  • Berusaha untuk memberikan solusi / saran / masukan, sebelum kita mendapatkan pemahaman yang benar tentang apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh orang tersebut.
Mempelajari kemampuan yang diperlukan untuk menjadi seorang pendengar yang baik tidaklah sulit. Sama seperti mempelajari kemampuan lainnya, kuncinya adalah sering berlatih dan menerapkan apa yang sudah kita ketahui. Ingat, menjadi pendengar yang lebih baik artinya memiliki kualitas hubungan yang lebih baik dengan orang lain.

Selamat mencoba .....

No comments:

Post a Comment