Sejak kecil, begitu akrab di telinga kita yang menyebut bahwa Allah
itu gaib. Bahkan sering orang menegaskan; "terserah yang gaib-lah!", dan
sebagainya. Konotasi gaib karena Allah tidak bisa dilihat secara kasat
mata oleh kita dan kelak kegaiban Allah sejajar dengan kegaiban hal-hal
gaib lain.
Padahal, tidak satu pun asma dan Asmaul Husna
(nama-nama agung Allah) yang menyebut bahwa Allah itu gaib, tahu
bersifat gaib, atau punya nama al Gaibu di Asmaul Husna.
Tidak ada.

