Sunday, June 21, 2015

10 Cara Untuk Meningkatkan Sinyal WiFi



Sinyal WiFi yang lemah akan membuat aktifitas internetan kita terganggu. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperkuat sinyal WiFi kita. Dengan cara-cara berikut ini, kamu bisa memperkuat penerimaan sinyal dari jaringan WiFi yang bisa diaplikasikan pada smartphone Android, laptop, dan barang elektronik lainnya.
Berikut adalah 10 Cara Untuk Meningkatkan Sinyal WiFi Hingga 2 Kali Lipat:

1. Gunakan Teknologi WiFi Terbaru

Saat ini ada empat jenis teknologi wireless yang tersedia, yaitu A, B, G, dan N. Teknologi A, B, dan G adalah teknologi lama yang mempunyai kecepatan lambat. Sedangkan N merupakan teknologi terbaru dan tercepat dalam hal kecepatan. Jadi, selalu gunakan versi N untuk untuk mendapatkan kecepatan maksimal.

2. Cari Posisi yang Tepat

Sinyal WiFi tidak dapat dilihat oleh mata manusia, tapi sinyal tersebut dapat terhalang jika ada banyak tembok di sekitar router-nya. Jadi, selalu cari posisi bebas dari penghalang agar kamu dapat berinternetan dengan nyaman.

3. Jauhi dari Perangkat Elektronik Lain

Tidak hanya router lain yang dapat mengganggu kualitas sinyal, namun beberapa perangkat elektronik lain seperti microwave juga bisa menjadi penyebabnya. Untuk mengatasi hal ini kamu dapat menjauhkan berbagai perangkat elektronik tersebut dari router. Selain itu kamu juga bisa menggunakan router dual band agar dapat memindahkan frekuensinya dengan mudah.

4. Gunakan Channel yang Kosong

Jika di wilayah kamu terdapat banyak orang yang menggunakan router WiFi, maka bisa jadi kamu berada pada channel yang sama dengan router tersebut sehingga kualitas sinyalnya menurun. Maka dari itu pilihlah channel WiFi yang kosong atau yang sedikit penggunanya agar tidak terjadi gangguan sinyal. Kamu dapat menggunakan aplikasi inSSIDer untuk melakukan trik ini.

5. Perbaiki Sistem Keamanan

Kamu telah menggunakan paket internet yang cepat, namun masih saja lambat saat diakses. Kemungkinan ada orang lain yang menggunakan koneksi WiFi kamu tanpa sepengetahuanmu. Untuk mencegahnya, gunakan password yang rumit serta gunakan enkripsi WPA2.

6. Kontrol Bandwith

Jika kamu tidak sendiri saat menggunakan WiFi, pasti akan lambat saat browsing. Kamu bisa mengatur penggunaan bandwith agar orang lain tidak terjadi kebocoran bandwith yang bisa mengakibatkan koneksi lemot.

7. Menggunakan Kaleng Bekas

Sinyal WiFi menggunakan udara sebagai penghantarnya, agar sinyalnya tidak menyebar kemana-kemana, kamu bisa memanfaatkan kaleng bekas untuk menentukan tujuan sinyal tersebut. Selain dengan kaleng, kamu juga bisa menggunakan panci atau alumunium foil.

8. Gunakan DD-WRT Firmware

Cara memperkuat sinyal WiFi lainnya yang cukup efektif adalah dengan menggunakan aplikasi DD-WRT firmware. Aplikasi tersebut dapat digunakan untuk meng-hack router agar kekuatan pemancar sinyalnya menjadi lebih tinggi lagi.
Seperti dikutip dari Lifehacker.com, meskipun cukup berbahaya untuk router namun setidaknya kamu bisa menaikannya hingga 70 mW. Dengan begitu, jangkauan dari sinyal router kamu akan bertambah hingga lebih dari dua kali lipat. Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan berbagai macam opsi keamaan bagi router kamu.

9. Gunakan WiFi Repeater

Repeater merupakan sebuah alat untuk menerima sinyal WiFi kemudian memancarkan kembali sinyal tersebut dengan lebih kuat. Alat ini sangat cocok untuk kamu yang penerimaan sinyal WiFi-nya buruk.

10. Reboot atau Restart Secara Berkala

Tidak jauh beda dengan smartphone dan PC. Router akan sering mengalami masalah saat dipakai dalam waktu yang lama. Untuk menghindarinya, kamu bisa melakukan reboot atau restart routersecara rutin agar kondisi router tersebut menjadi segar dan siap digunakan kembali.

Bolehkah Nge-Charge Smartphone dengan Charger Smartphone Lain ?


Mungkin banyak diantara kalian yang bertanya-tanya, Sebenarnya boleh gak sih melakukan charging smartphone kita menggunakan Charger yang bukan bawaan. Karena sering kali ketika di suatu tempat dan kita lupa membawa Charger, hal tersebut terjadi.
Jawabannya adalah BOLEH. Kenapa? Ya karena memang tidak apa-apa. Apa jawabannya sesederhana itu? Bisa lebih spesifik? Oke, akan saya jelaskan.
Ketakutan yang kerap menghantui adalah Ampere pada Charger yang tidak sama dengan Charger bawaan smartphone kita. Smartphone dengan Arus 1 Ampere jika di isi menggunakan Charger ber-arus 2 Ampere, Maka Arus yang akan masuk adalah sesuai kebutuhan di Smartphone itu, yaitu 1 Ampere.
Apakah teori tersebut ada buktinya? Tentu saja ada, Itu adalah Ilmu Elektronika Dasar, yang berbahaya adalah jika Voltase Charger-nya lebih besar.
Kebanyakan besar Charger Smartphone sekarang menggunakan Hasil Output sebesar 5 VOLT, Jadi tidak perlu khawatir lagi. Karena yang membedakan adalah Resistansinya, Resistor dalam Charger yang membedakan berapa Arus (Ampere) yang akan dikeluarkan oleh si Charger.

Apa Efek dari Pemakaian Charger dengan Ampere Lebih Tinggi?

TIDAK ADA. Banyak yang mengira itu bisa mempercepat pengisian baterai atau bahkan merusak baterai, Itu tidaklah benar. Sirkuit Listrik pada Smartphone hanya memasukan Arus yang memang dibutuhkan saja. Namun, terkadang pada beberapa Smartphone ada yang dirancang untuk menerima Arus (Ampere) lebih tinggi, sehingga pengisian akan menjadi lebih cepat, Namun tetap aman.

Bagaimana Kalau Pakai Charger yang Ampere-nya Lebih Rendah?

Nah, Kalau yang ini barulah kamu patut waspada, dan Metode ini sangat tidak dianjurkan. Efek buruknya seperti proses Charging yang lama dan ketidak seimbangan Arus yang diterima. Di beberapa Charger Smartphone Model terbaru, ada yang namanya fitur "Fallback", yaitu fitur yang akan mematikan Arus listrik kalau terdeteksi Smartphone yang berusaha mengambil Arus lebih.

Lalu, Kalau Saya Pakai Charger 'Kodok', Gimana?

Yang ini lebih tidak dianjurkan, Perlu kamu ketahui bahwa Charger Kodok atau Charger Universal lainnya tidak bisa mengendalikan arus listrik yang masuk ke baterai, dan parahnya tidak ketahuan kapan baterai itu penuh dan harus dicabut. Efek terburuk dari penggunaan charger ini adalah bocornya baterai, bahkan bisa menyebabkan baterai meledak hingga terbakar.

Bagaimana dengan Port USB di PC atau Laptop?

Port USB pada sebuah PC atau Laptop hanya mengeluarkan Arus sebesar 0.5 Ampere saja. Lalu, Apa boleh digunakan untuk Charging Smartphone kamu? Jawabannya adalah boleh gak boleh. Tergantung pada Smartphone masing-masing, Karena pada Smartphone model terbaru biasanya memiliki dua model Charging, yaitu menerima Arus 2 Ampere dan 0.5 Ampere, sehingga Sirkuit pada Port Charger bisa menyesuaikan berapa besar Arus yang dikeluarkan dari Port USB tersebut.

Jangan Pakai Charger Murahan!

Ya memang sih, Kalau kita mau pakai Charger teman kan gak enak juga kalau harus tanya harga. Tapi bisa kamu siasati dengan pertanyaan "Bro, Lu beli charger ini berapa? Kok bagus yah!", Kalau teman kamu jawab "Oh, itu gue beli di pasar malem bro, 10 ribu doang, katanya lagi cuci gudang". Lebih baik jangan kamu gunakan Charger tersebut, pasalnya Charger itu tidak bisa menjamin kestabilan Arus listrik yang diberikan oleh Charger itu.