Monday, September 28, 2015

Waspadai, 10 Efek Buruk Olahraga Berlebihan


Terlalu banyak melakukan hal baik juga bisa mengakibatkan keburukan untuk tubuh. Contohnya adalah olahraga. Dua studi yang dilakukan baru-baru ini, mengungkapkan akibat dari olahraga berlebihan dan membuat para penggemar olahraga untuk lebih santai dan menahan diri. Yang pertama adalah studi yang dilakukan oleh University of Utah di Salt Lake City yang telah mengidentifikasi reaksi biokimia yang menyebabkan rasa sakit pada otot dan rasa lelah saat Anda berolahraga.
Dan studi kedua yang dilakukan oleh Loyola University Medical Centerdi Maywood menunjukkan bahwa atlit-atlit muda dan berpenghasilan besar yang melakukan olahraga spesialisasi dapat mengalami cedera karena teralalu sering berolahraga dibandingkan para atlit yang berpenghasilan lebih sedikit. Ungkapan no pain, no gain, memang kerap sukses menjadi motivasi, namun di sisi lain juga dapat membahayakan jika diterapkan dengan berlebihan.
1. Osteoarthritis
Juga disebut sebagai penyakit degenerasi sendi, osteoarthtritis menyebabkan pembengkakan sendi-sendi di dalam tubuh. Salah satu dari beberapa faktor berisiko yang kemungkinan berkontribusi pada kondisi kesehatan adalah terlalu banyak olahraga.
2. Kesehatan mental
Olahraga dan aktivitas fisik memainkan peranan penting dalam membentuk image tentang diri Anda dan hidup Anda secara keseluruhan. Menurut beberapa studi, olahraga berlebihan dapat menyebabkan kesehatan mental yang buruk, bahkan kadang menyebabkan depresi.
3. Masalah menstruasi
Wanita yang berolahraga berlebihan akan mengalami periode menstruasi yang kurang teratur. Siklus menstruasi mereka bisa saja berlebihan atau hilang sama sekali. Jika Anda mengalaminya, cobareview kembali status gizi, pengaturan olahraga, dan kesehatan menyeluruh jika berada dalam kondisi semacam ini.
4. Gangguan makan
Mereka yang kecanduan berolahraga hanya punya satu tujuan di benak mereka, bugar. Dan dalam rangka mencapai tujuan itu, mereka akhirnya mengalami gangguan makan seperti bulimia dan anoreksia.
5. Kelelahan
Olahraga berlebihan membuat tenaga Anda terkuras. Mental dan fisik yang kelelahan dapat mempengaruhi Anda dalam beberapa cara. Rutinitas olahraga yang cukup sulit akan menyebabkan tubuh Anda tidak sempat beristirahat, membuat Anda kelelahan, capek, dan tiada tenaga tersisa untuk melakukan aktivitas lainnya. Jika berlanjut, Anda dapat mengembangkan sindrom kelelahan kronis.
6.  Kesehatan jantung yang terhambat
Saat berolahraga, detak jantung secara sementara akan bertambah. Olahraga berlebihan dapat menyebakan jantung dipaksa untuk kembali ke detak yang normal. Terlebih lagi, ada risiko yang mengintai Anda mengalami serangan jantung saat berolahraga jika Anda memang diketahui memiliki masalah dengan jantung.
7. Otot sakit
Rasa sakit pada otot yang berkelanjutan adalah salah satu tanda bahwa Anda melakukan olahraga melebihi dari yang seharusnya. Sendi, tulang, dan anggota tubuh kemungkinan akan mulai terasa sakit ketika ada otot-otot yang digunakan secara berlebihan. Baik Anda memilih latihan kekuatan atau cardio, pastikan tubuh Anda mempunya waktu untuk beristirahat dan menyegarkan diri kembali.
8. Masalah tidur
Ketika tubuh dipaksa beraktivitas secara berlebihan makan anda berisiko besar mengalami kesulitan tidur bahkan insomnia. Ketika otot-otot Anda bekerja berlebihan, Anda akan mulai gelisah dan kesulitan untuk dapat tidur pulas.
9. Berpengaruh pada kekebalan tubuh
Jika Anda kerap jatuh sakit akibat influenenza, pilek musiman, atau penyakit-penyakit minor lainnya, olahrga berlebihan bisa jadi adalah penyebabnya. Olahraga berlebihan dapat menekan sistem kekebalan  tubuh, menyebabkan tubuh sering terserang infeksi yang disebabkan oleh virus.
10. Sakit punggung
Olahraga berlebihan dapat membuat otot-otot punggung bekerja berlebihan juga dan menyebabkan tekanan yang tidak diinginkan pada tulang punggung, yang menyebabkan sakit di bagian punggung.

Pagi Hari, Waktu Bercinta Paling Tepat untuk Usia 30-an


Manusia memiliki jam biologis atau ritme sikardian. Jam biologis menjadi penentu kapan sebaiknya makan, kapan tidur, bahkan kapan waktu terbaik untuk berhubungan seksual.
Peneliti dari Oxford University’s Sleep dan Circadian Neuroscience Institut, dokter Paul Kelley mengungkapkan waktu adalah segalanya, meskipun bercinta sering kali terjadi secara spontan. Jam biologis seseorang mengalami pergeseran seiring bertambahnya usia. Dengan demikian ada beberapa perbedaan waktu antara usia 20-an hingga 70-an.

Berikut penjelasannya.

20 tahun
Pukul 15.00: Menurut Kelley, waktu yang tepat untuk bercinta pada seseorang berusia 20-an adalah pukul 15.00. Pada usia ini, pasangan yang telah menikah biasanya memiliki keinginan berhubungan seksual sepanjang hari. Namun, pada pukul 15.00 terjadi lonjakan energi sehingga menjadi waktu yang tepat untuk bercinta. Sementara itu, untuk bangun tidur tepatnya pada pukul 9.30. Waktu yang tidak terlalu pagi.
30 tahun
Usia 30 tahun merupakan tahun emas untuk bercinta. Sinar matahari pada pukul 08.20 dapat meningkatkan hormon testoteron pada pria maupun wanita dengan merangsang hipotalamus, yaitu bagian dari otak yang mengontrol pelepasan hormon melalui kelenjar hipofisis.
Menurut Kelley, orang di usia 30 tahun sebaiknya bangun tidur lebih awal dibanding usia 20-an, yaitu pukul 08.10. Untuk makan malam, bisa dilakukan tak terlalu malam agar perut memiliki banyak waktu untuk mencerna makanan.
40 tahun
Saat usia bertambah, terjadi perubahan waktu untuk berhubungan seksual. Menurut Kelley, malam hari adalah waktu yang tepat untuk bercinta. Pada jam tersebut Anda sudah lebih relaks dan produksi oksitosin meningkat. Jangan tidur hingga larut malam karena keesokan harinya, waktu yang baik untuk bangun tidur adalah pukul 07.50.
50 tahun
Pada usia 50 tahun, waktu yang baik untuk bercinta juga tak jauh berbeda dengan usia 40 tahun. Menurut Kelley, malam hari lebih pas untuk berhubungan seks karena pagi hari adalah waktu yang sibuk
60 tahun
Menurut Kelley, pukul 20.00 adalah waktu terbaik untuk bercinta pada usia 60 tahun. Waktu ini berada antara makan malam dan sebelum tidur. Makan malam sebaiknya menjadi lebih awal, yaitu pukul 18.30 untuk meminimalkan gangguan pencernaan.
Setelah bercinta, hormon melatonin atau hormon tidur pun meningkat sekitar pukul 22.00 sehingga membuat waktu tidur yang sempurna. Keesokan harinya, Anda bisa bangun tidur pukul 06:30. Makan malam lebih awal (18:30) dianjurkan untuk meminimalkan risiko gangguan pencernaan dan mulas.
70 tahun
Tak jauh berbeda dengan usia 60 tahun, ketika usia 70 tahun pun berhubungan seks sebaiknya dilakukan pada pukul 20.00. Pada waktu ini Anda sudah memiliki waktu santai.
Usia 70 tahun terkadang juga mengalami kesulitan tidur sehingga disarankan untuk tidur lebih awal dan bangun untuk sarapan pagi sekitar pukul 6.30.